Sabtu, 22 Agustus 2020

Teks Cerita Sejarah - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

    

    Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)
adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibu kota negara. Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta dan sebagian besar perkantorannya di Jalan Salemba Raya No. 28A. Perpustakaan Nasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pada tanggal 14 September 2017, Presiden Joko Widodo meresmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas baru yang merupakan perpustakaan nasional tertinggi di dunia (126,3 meter) dengan 27 lantai, termasuk tiga lantai parkir bawah tanah (basement). 

    Sejarah Perpusnas bermula dengan didirikannya Bataviaasch Genootschap pada 24 April 1778. Lembaga ini adalah pelopor Perpusnas dan baru dibubarkan pada tahun 1950. Awalnya, Perpustakaan Nasional RI merupakan salah satu perwujudan dari penerapan dan pengembangan sistem nasional perpustakaan, secara menyeluruh dan terpadu, sejak dicanangkan pendiriannya tanggal 17 Mei 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef. Ketika itu kedudukannya masih berada dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan setingkat eselon II di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan badan ini merupakan hasil integrasi dari empat perpustakaan besar di Jakarta. 

    Keempat perpustakaan tersebut, yang kesemuanya merupakan badan bawahan DitJen Kebudayaan, adalah:
- Perpustakaan Museum Nasional; 
- Perpustakaan sejarah, politik dan sosial (SPS); 
- Perpustakaan wilayah DKI Jakarta; 
- Bidang Bibliografi dan Deposit, Pusat Pembinaan Perpustakaan;
    
    Walau secara resmi Perpustakaan Nasional berdiri di pertengahan 1980, namun integrasi keseluruhan secara fisik baru dapat dilakukan pada Januari 1981. Sampai tahun 1987 Perpusnas masih berlokasi di tiga tempat terpisah, yaitu di Jl. Merdeka Barat 12 (Museum Nasional), Jl. Merdeka Selatan 11 (Perpustakaan SPS) dan Jl. Imam Bonjol 1 (Museum Naskah Proklamasi). Sebagai kepala Perpustakaan Nasional adalah ibu Mastini Hardjoprakoso, MLS, mantan kepala Perpustakaan Museum Nasional.

    Selain itu, Perpustakaan Nasional RI kini menjadi perpustakaan yang berskala nasional dalam arti yang sesungguhnya, yaitu sebuah lembaga yang tidak hanya melayani anggota suatu perkumpulan ilmu pengetahuan tertentu, tetapi juga melayani anggota masyarakat dari semua lapisan dan golongan. Walau terbuka untuk umum, koleksinya bersifat tertutup dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang. Layanan itu tidak terbatas hanya pada layanan untuk upaya pengembangan ilmu pengetahuan saja, melainkan pula dalam memenuhi kebutuhan bahan pustakakhususnya bidang ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, guna mencerdaskan kehidupan bangsa.


Sejarah awal terbentuknya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

    Didirikannya PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) bermula dari kedatangan bangsa Barat ke Indonesia pada abad ke-16 yang membawa budaya tersendiri. Perpustakaan mulai didirikan dengan tujuan untuk menunjang program penyebaran agama mereka. 

    Perpustakaan yang paling awal berdiri adalah perpustakaan gereja yang didirikan pada masa VOC (Vereenigde OostJurnal Indische Compaqnie) di Batavia (kini Jakarta) yang telah dibangun sejak tahun 1624. Akan tetapi karena beberapa kesulitan, perpustakaan tersebut baru diresmikan pada 27 April 1643 dengan penunjukan seorang pustakawan bernama Dominus Abraham Fierenius. Pada masa ini, perpustakaan tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan saja, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Bahkan perpustakaan meminjamkan buku untuk perawat rumah sakit Batavia hingga akhirnya peminjaman buku diperluas sampai ke Semarang dan Juana, Jawa Tengah. Dengan demikian pada abad ke-17, Indonesia telah mengenal perluasan jasa perpustakaan yang kini layanan tersebut dikenal dengan pinjam-antar perpustakaan atau interlibrary loan).

    Pada 25 April 1778 didirikan perpustakaan khusus di Batavia, yaitu perpustakaan lembaga Bataviaasche Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW) yang diprakarsai oleh ketua Raad van Indie (Dewan Hindia Belanda), Mr. J. C. M. Rademaker. Selain memprakarsai berdirinya perpustakaan lembaga BGKW, ia juga memprakarsai pengumpulan buku dan manuskrip untuk koleksi perpustakaan. Perpustakaan ini kemudian pada tahun 1846 mengeluarkan katalog buku yang pertama di Indonesia dengan judul Bibliotecae Artiumcientiaerumquae Batavia Florest Catalogue Systematicus yang merupakan hasil suntingan dari P. Bleeker.

    Edisi kedua katalog tersebut terbit pada tahun 1848 dalam versi bahasa Belanda. Perpustakaan lembaga BGKW aktif dalam pertukaran bahan perpustakaan. Sebagai bahan pertukaran perpustakaan ini menggunakan penerbitan Tijdschrift voor Indische Taal-, Land en Volkenkunde, Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschapn van Kunsten en Wetenschappen, Jaarboek, serta Werken buiten de Serie. Karena perpustakaan tersebut memiliki prestasi yang luar biasa dalam meningkatkan ilmu dan kebudayaan, kemudian namanya ditambah menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

    Pada tahun 1950, nama tersebut berubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Selanjutnya, Lembaga Kebudayaan Indonesia diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia dan namanya pun diubah menjadi Museum Pusat pada tahun 1962. Koleksi perpustakaannya menjadi bagian dari Museum Pusat sehingga dikenal dengan Perpustakaan Museum Pusat. Kemudian nama Museum Pusat berubah lagi menjadi Museum Nasional, sedangkan perpustakaannya dikenal dengan nama Perpustakaan Museum Nasional. Perpustakaan Museum Nasional tersebut dilebur ke Pusat Pembinaan Perpustakaan pada tahun 1980. Pada tahun 1989, terjadi perubahan kembali. Pusat Pembinaan Perpustakaan dilebur sebagai bagian dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_Nasional_Republik_Indonesia & http://manunggal.undip.ac.id/sejarah-perpustakaan-nasional-republik-indonesia/)

 



Kamis, 23 Juli 2020

Daftar Riwayat Hidup (CV)


    Curriculum vitae atau yang biasa disingkat dengan CV adalah daftar riwayat hidup yang berisi dengan informasi mengenai calon pelamar. Biasanya didalam contoh daftar riwayat hidup akan berisi dengan informasi pendidikan, keahlian, biodata, riwayat pekerjaan dan hal lainnya.

    Curriculum Vitae (CV) atau resume adalah gambaran diri seseorang yang dilihat pertama oleh perusahaan saat melamar sebuah pekerjaan, ibaratnya apa yang ditulis di CV adalah usaha seseorang dalam self-branding dan memasarkan keahlian diri seseorang sehingga terpilih menjadi orang yang tepat dalam mengisi posisi kerja yang dibutuhkan. Memiliki CV yang efektif dan menarik akan meningkatkan kesempatan seseorang dalam mendapatkan pekerjaan idaman.

Berikut ini merupakan contoh dari daftar riwayat hidup (curriculum vitae):


    Nah, gambar diatas merupakan salah satu contoh Curriculum Vitae (CV) yang efektif dan menarik. dengan begitu CV yang kamu berikan saat melamar pekerjaan dapat memberikan nilai positif sehingga peluang untuk kamu diterima cukup tinggi. tetapi ingat CV ditulis sesuai kemampuan dan karakteristik diri kalian masing - masing. 
    Semoga Rangkuman dan contoh CV diatas bisa bermanfaat dan membantu kalian yang ingin melamar pekerjaan ya! Kalau kalian berkenan boleh memberikan masukkan berupa kritik dan saran ya, Terimakasih!😊

Sabtu, 18 Juli 2020

Cara Membuat Surat Lamaran Pekerjaan


        Hallo, disini aku ingin berbagi sedikit tips nih, cara pembuatan surat lamaran pekerjaan yang bisa kalian gunakan dan bisa kalian jadikan referensi untuk melamar pekerjaan yang umumnya digunakan oleh kebanyakan orang.
Sebelumnya kalian sudah tahu belum apa itu Surat Lamaran Kerja? Surat Lamaran Kerja adalah surat yang dibuat oleh seseorang dan ditujukan kepada sebuah instansi atau perusahaan dengan maksud untuk melamar pekerjaan di instansi atau perusahaan tersebut.

    Bentuk Block Style atau bentuk lurus penuh adalah salah satu bentuk surat yang umum digunakan oleh suatu instansi/perusahaan untuk menulis surat. Penulisan surat bentuk ini hampir sama dengan bentuk Full Block Style (lurus penuh) yaitu nomor, alamat tujuan, salam pembuka, lampiran dan tembusan ditempatkan pada margin kiri, Awal alinea dimulai dari margin kiri. Tetapi untuk penulisan bentuk surat ini terletak pada penempatan tanggal, salam penutup, nama penanda tangan, dan jabatan penanda tangan ditempatkan di bagian kanan surat.

 Berikut ini contoh penulisan Surat Lamaran Pekerjaan Bentuk Block Style.

 
    Bentuk Full Block Style (lurus penuh) yaitu nomor, alamat tujuan, salam pembuka, lampiran dan tembusan ditempatkan pada margin kiri, Awal alinea dimulai dari margin kiri.

Berikut ini contoh penulisan Surat Lamaran Pekerjaan Bentuk Full Block Style. surat ini ditujukan kepada sebuah instansi atau perusahaan dengan maksud untuk melamar pekerjaan di instansi atau perusahaan tersebut.

    Nah, Rangkuman diatas ini bisa kamu terapkan dan bisa kamu jadikan referensi untuk melamar pekerjaan berbentuk surat Full Block Style dan Block Style. Semoga Rangkuman diatas bisa bermanfaat dan membantu kalian yang ingin melamar pekerjaan ya! Kalau kalian berkenan boleh memberikan masukkan berupa kritik dan saran ya, Terimakasih!😊

Teks Cerita Sejarah - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

          Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintaha...